Showing posts with label Music. Show all posts
Showing posts with label Music. Show all posts

24 January 2011

Belajar gitar... gratis... (kecuali gitar dan teman2nya tentunya)

Gara2 melihat ada alat yang bernama irig, mulailah keinginan bermain gitar listrik timbul kembali. Browsing di youtube, ternyata ada alat lain yang bernama ampkit link dan guitarconnect. Penasaran dengan nama2 aneh itu? irig, ampkit link dan guitarconnect adalah alat tambahan untuk iphone atau ipad supaya bisa menyambungkan gitar listrik ke applikasi amplifier gitar di iphone atau ipad. Applikasinya sendiri sampai saat ini sudah ada 4 macam, tetapi yang bagus ada 2 yaitu Amplitube dari IKmultimedia dan AmpKit dari Agile. Aplikasi tersebut ada yang gratis namun berisi pake standar. Kalau mau amplifier atau efek gitar macam2 bisa ditambah dengan biaya tertentu atau membeli paket yang sudah disediakan oleh pembuat applikasi ini.
Akhirnya dimenangkan jugalah sebuah gitar les paul dari ebay. Walaupun sudah ada bonyok kecil2 disana sini tapi masih berfungsi dengan baik. Sang pemilik sebelumnya pun sudah mengganti pickup bawaan dengan seymour duncan APH1. Berikutnya dapat juga irig dan juga stecker 1/4 inci dari toko musik lokal disini. Karena kabel sudah ada, sisa dulu membuat kabel interconnect, maka dirakitlah sebuah kabel gitar sepanjang 3 meter. Setelah dicoba ternyata tidak mengecewakan. Sinyal gitar memang agak lemah. Volume pickup gitar harus diposisi maksimum untuk mendapatkan sinyal input yang bagus. Tetapi suara yang dihasilkan cukup mendekati amplifier gitar asli. Bagusnya lagi bisa didengarkan lewat earphone sehingga tidak mengganggu tetangga, atau disambungkan ke speaker melalui amplifier atau speaker aktif bila ada yang ingin ikut mendengarkan.
Setelah itu giliran belajar gitarnya. Untuk les sudah tidak ada waktu dan biaya les disini cukup mahal. Jadi belajarlah dari guru2 di youtube. Ternyata banyak juga guru yang baik hati di internet yang memberi pelajaran dari basic sampai tingkat lanjut termasuk juga cara memainkan lagu2 yang populer, semuanya gratis. Dari gerne pop, jazz, blues sampai rock n roll ada semua.
Selain aplikasi di iphone ini untuk pengguna mac bisa juga langsung menyambungkan gitarnya dengan adaptor 1/8 inci, dan mulai bermain dengan garageband. Software ini sudah termasuk dalam setiap mac os baru. Ada pelajaran untuk gitar dan piano juga di software ini. kekurangannya ada delay bila langsung menancapkan kabel gitar (dengan adaptor tentunya) ke mac anda. Saya sendiri belum pernah mencoba dengan usb converter, namun katanya akan lebih bagus. tetapi semuanya kembali lagi pada kekuatan mac anda dan program yang menyala bersamaan saat anda bermain gitar.
Oh ya di applikasi di iphone ini pun ada bagian untuk belajar, dengan memperlambat tempo lagu sehingga bisa diikuti pelan2 buat yang baru belajar.
Seperti kata pepatah "tidak ada kata terlambat untuk belajar."

ini salah satu contoh link guru yang baik hati di youtube...
http://www.youtube.com/user/JustinSandercoeSongs

selamat mencoba...



02 August 2009

Eva Cassidy - Live at Blues Alley

Minggu lalu saya membeli 2 buah CD ketika mengunjungi sebuah toko elektronik. Salah satunya adalah CD dari Eva Cassidy, Live at Blues Alley. Saya sebenarnya sudah mempunyai album ini dalam bentuk mp3 (dan sudah saya burn juga dalam bentuk CD audio) yang saya dapatkan dari teman saya, tetapi saya memutuskan untuk membelinya karena lagu-lagunya enak, dan seperti yang kita tahu sebagus-bagusnya riping mp3 tidak akan bisa menandingi rekaman aslinya. Dan kali ini saya ingin mencoba mereview CD ini. Sebelumnya saya ingin bercerita sedikit tentang Eva Cassidy. Pertama kali saya "berkenalan" dengan Eva Cassidy adalah ketika saya membeli CD Jazz in the City dengan lagunya Cheek to Cheek, dan kemudian dari CD Best Audiophile Voices Vol.1 dengan lagu What a Wonderful Worlds dan Ain't no sunshine. Suaranya merdu dan enak didengar, walaupun tidak seberat vokalis-vokalis jazz wanita lainnya. Selain itu terdapat penjiwaan yang dalam terhadap setiap lagu yang dia bawakan. Oleh karenanya saya memutuskan membeli CD berdurasi 57 menit 21 detik ini.
Pada CD Live at Blues Alley ini terdapat 13 Lagu. 12 Lagu pertama direkam live di Blues Alley pada tanggal 2 dan 3 Januari 1996. Hanya lagu terahir yang berjudul Oh, Had I A Golden Thread direkam di Chris Biondo's studio. Di CD ini nuansa rekaman livenya benar-benar terasa. Kadang terdengar juga dentingan gelas dan sebagainya. Lagu-lagunya tidak hanya dalam irama Jazz saja, tetapi juga Blues dan Gospel, sehingga tidak membosankan.
Daftar lagu dalam CD ini adalah sebagai berikut:
1. Cheek to Cheek
2. Stromy Monday
3. Bridge Over Troubled Water
4. Fine and Mellow
5. People get Ready
6. Blue Skies
7. Tall Trees in Georgia
8. Fields of Gold
9. Autum Leaves
10. Honysuckle Rose
11. Take Me to the River
12. What a Wonderful World
13. Oh, had I A Golden Thread
Lagu pertama dibuka dengan sambutan untuk Eva Cassidy, lalu disambut dengan lagu Cheek to Cheek yang berirama Jazz. Lagu kedua kental dengan nuansa Blues, dibawakan dengan penjiwaan yang sangat baik. Lagu berikutnya dibawakan dengan iringan simple pada awal lagu, ditengahi dengan petikan gitar listrik dan dilanjutkan lagi dengan full band. Lagu ke4 kembali ke nuansa Blues. Lagu selanjutnya yang berjudul People get Ready bertemakan Gospel, dibawakan lagi-lagi dengan sangat baik. Selanjutnya kembali ke irama Jazz dengan lagu Blue Skies yang lagi-lagi dibawakan dengan sempurna. Lagu ke 7 ini menurut Eva Cassidy sendiri adalah lagu masa kecilnya, dibawakan hanya dengan iringan gitar solo dengan efek tremolo. Pada lagu ini suara merdu Eva Cassidy sangatlah dominan. Lagu berikutnya adalah lagu populer dari Sting berjudul Fields of Gold, dibawakan dengan iringan sederhana petikan gitar. Begitu pula dengan lagu berikutnya yang berjudul Autum leaves. Dibawakan dengan iringan sederhana gitar dan ditengahi dengan lantunan piano yang membuat suasananya semakin "suram" sesuai dengan isi lagunya. Lagu ke 10 kembali ke irama Jazz dengan full band. Lagu berikutnya bernuansa sangat berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, Blues yang sedikit ngebeat, tetapi dibawakan juga dengan sempurna. Lagu berikutnya yang pernah dipopulerkan oleh Louis Armstrong ditujukan Eva Cassidy untuk orang tuanya yang datang menonton pada malam itu, terutama Ayahnya yang telah mengajari dia bermain gitar. Lagu ini yang merupakan salah satu lagu favourite saya dibawakan dengan irama yang santai dan penuh penjiwaan. Lagu terahir dari album ini sangat kental dengan irama Gospel dengan iringan organ walaupun isinya sebenarnya bukanlah lagu Gospel. Didalam lagu ini terdapat lengkingkan Eva Cassidy yang sangat terkontrol. Secara keseluruhan CD ini patut diacungi 2 Jempol. Cukup layak masuk daftar koleksi anda bila anda menyukai lagu yang beirama Jazz dan Blues dan rekaman dengan nuansa live.
Sebagai informasi tambahan sekarang kita hanya bisa menikmati suara indah dari Eva Cassidy melalui CD saja, karena pada 2 November 1996, tahun yang sama dari rekaman ini, Eva Cassidy meninggal akibat Melanoma Maligna yang menyebar ke Tulang dan Paru-parunya.

"I hear babies cry, I watch them grow... They'll learn much more than I'll ever know... And I think to my self, ooh What a wonderful World..."

19 July 2009

Musik dan Objektivitas

Saya jadi teringat jaman kuliah dulu, ada seorang teman saya yang suka dengan F4 terutama Vanness Wu. Lalu ketika F4 mengeluarkan album, dan sewaktu Vanness Wu juga mengeluarkan album, dia langsung membelinya. Padahal menurut saya suaranya juga tidak bagus, apalagi ketika menyanyi live. Lalu saya tanya alasannya. Dia pun menjawab Abis Vanness kan cakep. Lalu jaman F4 berlalu dan Jay Chou pun mulai populer, dia langsung pindah aliran membeli CD Jay Chou. Yah lebih mending deh, suaranya bagus, isi lagunya pun bermutu. Tapi buat dia tetap alasannya karena Jay Chou ganteng.
Saya terus terang bingung dengan sikap kebanyakan orang seperti teman saya ini. Mereka menilai musik bukan dari segi kualitas musik tersebut secara objektiv tetapi karena penampilan si Penyanyi. Aneh kan, Musik yang didengarkan telinga koq diniali bukan dengan telinga tapi dengan mata???
Apakah lantas saya tidak menyukai penyanyi (mengidolakan) penyanyi tertentu? Tentu saja saya juga punya Penyanyi yang saya sukai. Bahkan beberapa saya mempunyai albumnya secara lengkap. Saya menyukai Diana Krall, Michael Bubblé, Teresa Teng, Cai Qin, Jubing Kristianto, dan banyak lagi. Bahkan Jay Chou pun saya suka. Diana Krall dan Cai Qin memang cantik, Michael Bublé dan Jay Chou memang keren dan ganteng. Tapi apakah saya memilih membeli album mereka begitu beredar di pasaran karena mereka cantik dan ganteng? tentu tidak. Saya membelinya karena suara mereka bagus, musiknya pun bagus. Saya sebenarnya tidak perduli siapa yang menyanyikannya, yang penting suaranya bagus dan enak di dengar.
Mungkin ada pula yang lebih ekstrim, mereka tidak mau membeli musik dari artis tertentu hanya karena alasan Ras, Agama, kelakuannya aneh, tampangnya aneh, atau diskriminasi lainnya. Benar-benar keterlaluan menurut saya.
Cobalah nikmati musik anda seperti berikut. Pasang CD atau apapun sumber musik anda di sistem audio terbaik anda yang sesuai dengan jenis lagu anda. Kalau bisa di tempat yang benar-benar sunyi dari suara luar atau suara lain. Matikan semua lampu, duduklah di tempat duduk terbaik untuk mendengarkan musik dari sistem anda (sweet spot). Dengarkanlah sambil memejamkan mata. Anda akan dapat menikmati musik yang anda sukai dengan lebih seksama dan akan terasa keindahan dari lagu yang dibawakan penyanyi yang memiliki kualitas sesuai.
Tapi tips ini tidak berlaku untuk musik dengan irama nge'beat'. Untuk irama ini anda memang harus menikmatinya di club atau lantai disco. Karena memang diperuntukan demikian.
Dan kualitas Musik terbaik tetap tidak ada yang mengalahkan Live performance di depan Anda.

Selamat menikmati musik dengan Objektif...

"Kadang dengan 'mematikan' salah satu dari panca indra kita, maka kita dapat memfokuskan indra lain dengan lebih baik."

04 July 2009

Musiek Kerontjong...

Als de orchideen bloein...
Dan Denk ik terug ann jou...
Denk toen ann die zoete tijden...
toen je zei ik hou van jou...

Itulah petikan salah satu baik dari lagu Keroncong Als de orchideen bloein alias Keroncong bunga anggrek karya komposer besar Indonesia Ismail Marzuki. Tetapi kemanakah dendang lagu Keroncong saat ini? Mungkin anak muda jaman sekarang hanya tahu kalau lagu keroncong itu hanya lagu Bengawan Solo saja. Dan sepertinya pamor lagu tradisional seperti Keroncong ini mulai kalah dengan musik pop, hip-hop, rap atau rock. Padahal lagu-lagu keroncong ini sangatlah enak didengar, dan merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Memang lagu keroncong itu merupakan perpaduan antara budaya indonesia dan budaya bawaan Portugis sewaktu mereka datang menjajah Indonesia, tetapi perpaduan tersebut lahir di Indonesia dan dapat dianggap sebagai budaya asli Indonesia.
Saya pernah membeli satu cd kompilasi lagu keroncong sewaktu berjalan-jalan dengan teman ke sebuah toko CD di PVJ Bandung. Sewaktu teman saya melihat saya membeli CD itu komentarnya: "lu udah gila yah dengerin lagu ginian." ckckckck... waktu itu saya tidak bilang apa-apa ke teman saya itu, tapi sepertinya sebagian besar warga Indonesia sudah tidak menaruh hormat lagi pada budayanya sendiri. Yang populer saat ini malah budaya orang lain, seperti musik pop, hip-hop, rap, dan sebagainya. Memang lagu-lagu baru tersebut juga enak didengar, tetapi bila mau dibandingkan, musik Keroncong itu bisa disejajarkan dengan komposisi Klasik seperti karya Beethoven, Mozart, Bach, dan lainnya.
Lagu keroncong ini juga sebenarnya dapat dimasukkan dalam katagori Audiophile (khusus untuk yang benar-benar menikmati lagu secara detail). Bila anda mendengarkan keroncong ini dengan sistem Audio yang biasa saja, contohnya dengan mini compo, atau dengan mp3 player, maka lagu keroncong ini tidak akan enak dinikmati. Suara macam-macam instrumen bercampur aduk jadi satu. Tapi cobalah dengan sistem audio yang baik dan benar, lagu keroncong ini sangatlah merdu, dan enak dinikmati. Perpaduan berbagai macam instrument mulai dari gitar, ukulele, biola, suling, dan Bas tertata rapi membuat suatu irama yang khas. Isi kata-kata lagu keroncong pun sangat indah, mengandung rima yang enak didengar, pesan dalam lagu pun bagus, tidak seperti lagu sekarang yang cendrung memaki-maki dengan kata-kata kasar tetapi malah semakin digemari.
Di negara Jepang dan negara-negara Eropa seperti Jerman atau Austria, warganya menjunjung tinggi budayanya sendiri. Di Jepang mereka masih memainkan dan mendengarkan lagu-lagu dengan alat musik tradisionalnya, dan tidak menganggapnya kuno. Di Jerman mereka sangat senang mendengarkan musik Klasik atau musik Opera yang merupakan karya nenek moyangnya. Mendengarkan musik klasik atau pergi ke Opera buat mereka termasuk hal yang elit. Sangatlah disayangkan bila di Indonesia yang sebenarnya kaya dengan budaya tradisional, malah menganggap budayanya sendiri kuno. Sebagai info, budaya Indonesia seperti lagu keroncong, gamelan, wayang malah digemari diluar negri. Mengapa budaya kita tidak menjadi tuan rumah dinegara asalnya sendiri. Mungkin dalam waktu 10-20 tahun lagi akan punahlah lagu Keroncong ini atau munkin juga budaya lainnya dari Indonesia, atau malah hak patennya diambil oleh negara tetangga. Sungguh sayang sekali...

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri."

30 June 2009

Michael Jackson

Minggu lalu tepatnya hari Jumat tanggal 25 Juni 2009 tengah malam, saya terbangun dari tidur karena haus... dan TV masih menyala karena timer TV lupa disetel... kebetulan yang sedang disetel SkyNews yang sedang menyiarkan acara berita yang cukup mengejutkan...
Yap betul, Michael Jackson sang king of Pop telah meninggal karena henti jantung mendadak (Cardiac Arrest)...
lalu sejak itu sampai hari ini berita tentang meninggalnya Michael Jackson ini masih terus up to date di berita-berita station TV, lalu lagunya tiba-tiba menjadi hits lagi di station-station radio, bahkan di Amazon.com dan toko-toko CD albumnya tiba-tiba menjadi best seller lagi... Dunia seakan berkabung dan berusaha mengenang sang King of Pop ini...
Pertanyaannya mengapa seorang Michael Jackson yang belakangan kurang populer ini bisa tiba-tiba jadi populer???
Sebenarnya jawabannya sederhana...
Ada pepatah yang mengatakan "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang"
Seorang Michael Jackson telah terjun ke dunia musik sejak usia muda bersama saudaranya dalam grup The Jackson 5, dan selalu konsisten di dunia musiknya, bahkan bisa membawa pengaruh pada musik dunia terutama musik pop, dan juga tariannya yang menjadi trade marknya... yang ditiru banyak orang, bahkan sampai saat ini...
Dengan prestasi sedemikan banyak rasanya tidak aneh kalau orang akan selalu mengenang dia seperti layaknya Elvis Presley, The Beatels atau kalau di Indonesia seperti alm. Benyamin Sueb atau Chrisye, yang semuanya memberi peranan penting pada dunia terutama dalam bidang Musik...
Berbuatlah sesuatu yang berguna bagi dunia dan orang banyak, dan hidupmu yang singkat di dunia ini tidak akan menjadi sia-sia...

R.I.P M.J. thanks for your Music...



" If you wanna make the World a better place, take a look at your self and make that change..."
Michael Jackson - Man in the mirror