Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

22 July 2009

Dokter koq merokok???

Sesuai judulnya, saya pernah ditanya oleh pacar saya ketika suatu saat dia menjemput saya di Rumahsakit. "Itu koq dokter-dokter pada ngerokok didepan pintu?" Memang karena disini (Jerman) ada peraturan dilarang merokok di dalam gedung, terutama gedung publik. Waktu itu saya jawab saja sambil nyeletuk, "itu mah dokter gila."
Pengalaman saya tentang dokter yang merokok pun tidak segitu saja. Banyak juga pasien yang ketika dinasehati untuk berhenti merokok menjawab lah dokter aja ada yang merokok seperti kereta api (langsung menyalakan rokok baru setelah rokok yang dihisap habis) koq, masa saya harus berhenti.
Hal yang dianggap sepele inilah yang sebenarnya merusak citra Dokter. Selain itu menghambat pula kampanye kesehatan yang berusaha menghapuskan rokok dari dunia.
Ada baiknya kita bahas dulu tentang rokok itu sendiri. Rokok merupakan tembakau baik murni maupun campuran yang digulung dan dibungkus oleh bahan pembungkus baik kertas maupun daun, dan dibakar dan dihisap asapnya dari ujung lainnya. Efek positif dari Rokok ini sebenarnya hampir tidak ada, dan efek negatif dari rokok malahan segudang. Contoh-contoh dari efek negatifnya antara lain penyakit paru-paru, penyakit pembuluh darah dan jantung, penyakit keganasan, kelainan kandungan, penyakit psikologis, dan sebagainya.
Di klinik saya sering menemui penyakit paru-paru dan pembuluh darah yang disebabkan oleh rokok, mulai dari penyempitan pembuluh darah koroner jantung dan pembuluh darah lainnya diseluruh tubuh (pAVK, Winiwarter-Bürger Syndrom, sampai impotensi), penyumbatan vena akibat thrombosis, kanker paru-paru, COPD, kanker esophagus, stroke dan lain sebagainya. Dan anehnya, walaupun sudah ditulis peringatan dibungkusnya orang tetap saja tidak ada yang perduli.
Selain itu masih banyak lagi kerugian lainnya dari merokok ini, antara lain menambah beban pembelanjaan keluarga. Coba saja kita hitung-hitung kalau tidak percaya. Sebungkus rokok harganya kira-kira 10.000 rupiah. Bila anda menghabiskan 1-2 bungkus perhari, dalam sebulan anda membakar uang senilai 300-600ribu rupiah, satu tahun anda membakar 3.650.000-7.300.000. Belum lagi bila anda mengkonsumsi lebih dari 2 bungkus per hari. Bila dana pembelian rokok ini dialokasikan untuk kepentingan lain yang lebih bermanfaat, misalnya untuk peningkatan gizi atau pendidikan anak bukankah merupakan angka yang sangat berarti untuk meningkatkan mutu dan kualitas SDM Indonesia di masa mendatang?
Menurut pendapat saya pribadi sih seharusnya rokok ini sudah harus dimasukkan ke dalam kategori Narkoba, karena selain merusak tubuh seperti Narkoba lainnya, rokok juga menimbulkan ketergantungan, baik fisik maupun mental. Alangkah lebih baik lagi bila MUI misalnya mengharamkan juga rokok (Efeknya kan lebih berbahaya dari Facebook). Tetapi bila ditelusuri lagi sih tidak akan mungkin bisa. Lah yang seharusnya bisa membuat peraturan seperti itu, termasuk dokter, pun penikmat rokok.
Kembali lagi ke topik utama. Saya pun heran kepada rekan dokter yang masih saja merokok. Apakah ijazahnya dapet beli, atau pas ujian nyontek semua, atau bagaimana entahlah. Sewaktu kuliah dan selama di klinik pun para Dokter seharusnya sudah tahu apa dampak buruk merokok. Tetapi koq masih ada saja yang masih bodoh mau memakainya. Yah kalau lulus ujiannya hasil mencontek sih dapat dimaklumi, mungkin tidak pernah membaca dan mendengarkan kuliah sewaktu dampak negatif rokok bagi kesehatan ini diberikan. Dan sialnya dokter-dokter semacam inilah yang dijadikan panutan para pecandu rokok ini. Dokter yang seharusnya berperan sebagai agent of change untuk masyarakat malah membawa masyarakat kedalam keterpurukan (dalam hal masalah kesehatan).
Yah bagaimanapun saya hanya bisa menulis di Blog campur aduk ini. Tetapi saya tetap mengajak semua orang untuk tidak merokok. Dan bila anda mau merokok tolong telanlah asap rokok itu semua untuk diri anda sendiri, jangan dibagi-bagi ke lingkungan sekitar anda. Ingatlah, dengan merokok anda berarti menyebarkan penyakit kepada orang-orang di sekitar anda, termasuk pada orang yang anda sayangi.

"Sebelum mencoba membenahi orang lain, benahilah dulu diri sendiri. Bagaimana bisa menolong orang lain bila diri sendiri sedang berada dalam kesusahan."

11 July 2009

Flohmarkt (Pasar Loak)

Hari ini saya pergi pagi-pagi ke Flohmarkt alias pasar loak. Disini (Jerman) pasar loak tidaklah tetap seperti layaknya di Indonesia. Biasanya diadakan hari sabtu di lapangan yang cukup luas, tapi ada jadwalnya. Bisa sebulan 1x, sebulan 2x, bahkan kalau sedang musim panas bisa setiap minggu ada, apalagi kalau lapangannya tidak dipakai untuk pertunjukkan sirkus atau sebagainya.
Para penjualnya pun tidak semuanya pedagang loak tetap, ada juga yang hanya ingin mengosongkan gudangnya atau menjual barang-barang yang tidak terpakai lagi, atau kadang ada yang menjual barang-barang baru juga. Isi pasar loak disini cukup beragam. Mulai dari baju, perabotan rumah tangga, barang-barang koleksi, jam, perhiasan, sepeda, mainan anak-anak, sampai peralatan elektronik.
Yang membuat saya ketagihan ke pasar loak adalah kita bisa mendapatkan barang yang masih bagus dengan harga murah, tapi yah harus pintar-pintar mencari dan menawar juga. Barang yang biasanya saya incar itu piringan hitam atau cd. Barang lainnya yah seperti mendapat jodoh saja, tidak bisa ditebak, lihat, suka, tawar, harga sesuai bungkus, tidak yah cari lagi. Kadang bisa mendapat harta karun juga loh. Maksudnya si penjual tidak ngerti nilai barangnya, dan kita dapat dengan harga murah sekali. Padahal di penjual lain yang hanya berbeda beberapa lapak harganya bisa 3-5 kali lipat karena penjualnya mengerti nilai barangnya. Tips untuk yang berbelanja sering-seringlah melihat harga barang yang diincar di toko normal, jadi tidak tertipu oleh harga penjual yang seolah-olah murah, padahal barang yang baru harganya lebih murah.
Hari ini saya mendapatkan 4 buah piringan hitam dengan harga 1€ perbuah, padahal di toko piringan hitam bekas pun untuk 4 piringan hitam tersebut minimal saya harus merogoh kocek 20€. Saya mendapat juga set kocokan cocktail yang terbuat dari kaca. Biasa di toko hanya ada yang dari logam itu pun sudah minimal 10-20€ seset, yang ini saya dapatkan hanya dengan 1€. selain itu ada juga panggangan listrik bekas seharga 5€, baki logam seharga 50sen (di toko 1€ pun yang plastik sudah 1€), dan 1 set pisau dengan wadah kayunya seharga 7€. Setelah kenyang berbelanja carilah penjual steak atau wurst, atau es krim juga untuk mengganjal perut setelah 3 jam memutari pasar loak. Dan jangan lupa, setibanya dirumah semua peralatan tersebut harus dicuci bersih dulu sebelum digunakan.
Senangnya berbelanja ke pasar loak.

"Kentang tidaklah berharga dimata orang yang sudah kenyang, tetapi akan sangat berharga bagi orang yang kelaparan"

10 July 2009

Kenntnisprüfung (Tes Kompetensi)

Sudah dua hari terahir ini saya stress belajar untuk ujian Kompetensi profesi Dokter hari ini. Dengan lulus dari ujian ini maka Ijazah saya akan diakui di Jerman, dan saya bisa mendapat ijin kerja yang sebenarnya. Materi yang diujikan adalah ilmu penyakit dalam, ilmu bedah, patologi, dan mikrobiologi. Ujian diselengarakan di Freiburg, Jerman.
Dalam beberapa minggu terahir ini saya membaca lagi buku-buku dari materi yang diujikan dalam bahasa Jerman. Mengapa, yang saya takutkan saya tidak bisa menjawab karena tidak tahu tapi karena tidak tahu istilahnya dalam bahasa Jerman. Lalu membaca semua bahan tersebut sebenarnya hanya mengulang, karena 85% isi bukunya kira-kira sama dengan yang saya dapatkan selama kuliah. Tapi entah mengapa saya benar-benar tidak yakin dengan ujian ini. Entah karena takut dengan istilah, sudah lama tidak pernah ujian lagi, tidak siap dengan materi, gosip bahwa ujian ini sulit dan sering ada yang tidak lulus, atau karena takut bahwa dasar kedokteran di Jerman lebih sulit dibanding di Indonesia.
Akhirnya pada waktunya (Jumat pagi hari ini) saya pasrah saja. Dalam pikiran saya pokoknya saya sudah berusaha belajar, tinggal menjalani saja. Hasilnya bagaimana yah saya terima saja, toh hasil usaha saya yang semaksimal mungkin.
Pagi hari bangun agak sedikit telat, karena kemarin malamnya tidur agak larut... lalu beres-beres dan sarapan... setelah siap, masih ada waktu sedikit, jadi dipakai baca lagi...
Pukul 9:30 saya pun meninggalkan rumah menuju Station kereta berjalan kaki. di Station sambil menunggu kereta datang lanjutkan lagi membaca. Di kereta saya tidak bisa lagi membaca, karena saya selalu akan pusing kalau membaca di mobil atau kereta... jadi relax saja, sambil mendengarkan lagu dari iPhone.
Setelah berganti-ganti kereta, akhirnya tiba juga di kota Freiburg. Saya tiba 3 jam lebih awal dari jadwal ujian. Karena sudah lapar saya putuskan untuk makan siang dulu di McD, menunya paket texas pork bbq. Lalu saya menuju tempat ujian di Universitätklinikum Freiburg. Setiba disana ruang ujiannya masih terkunci. Yah saya membaca lagi saja deh (dapat dikatakan cuma melihat sekilas saja, atau menscan buku, karena cuma dibaca yang saya kira-kira penting untuk dibaca saja). 1 Jam sebelum ujian mulai para penguji mulai berdatangan satu persatu. Semuanya Profesor (OMG). Tapi saya tetap duduk membaca di bangku taman di seberang ruang ujian sampai waktu ujian yang tertera di surat undangan ujian. Lalu 5 menit sebelum ujian saya masuk ke ruangan, dan tak lama pun dipanggillah saya oleh salah seorang profesor. Setelah saling menyapa para profesor ini ternyata ramah-ramah juga (tidak seperti waktu ujian di RSI dimana pengujinya belum apa-apa sudah galak duluan). Tapi walaupun begitu masih saja tetap agak grogi. Irama jantung pun menjadi sinus tachykardi a.k.a. berdebar-debar. Ya pertanyaan pun dimulai dari bagian patalogi. Pertanyaannya selalu sambung menyambung, tampa jeda. Begitu dijawab keluar pertanyaan baru. Makin lama serasa temponya makin cepat. Irama jantung pun semakin cepat. Dan yang saya takutkan tentang masalah bahasa ternyata terjadi juga walaupun masalahnya tidak begitu besar. Saya tidak tahu apa istilah untuk epitel gepeng dan epitel silindris dalam bahasa Jerman. Di buku yang saya baca pun rasanya tidak dibahas, atau mungkin ditulis tapi saya tidak mengindahkannya. Pertanyaan pun berlanjut dengan ilmu penyakit dalam, ilmu bedah dan terahir mikrobiologi dan virologi. Yang saya merasa yakin benar-benar bisa sebenarnya yang bagian Jantung dan pembuluh darah saja, karena saya selalu menangani pasien dengan masalah jantung dan pembuluh darah, baik sewaktu bekerja di ICU di RS MAL di Cimahi Indonesia, atau di Heidelberg ini. Pertanyaan lain yah secara garis besar bisa dijawab tapi ada kesalahan-kesalahan kecil di saat pertanyaan mulai mendetail. Kadang ada juga pertanyaan yang kurang dimengerti, sehingga beberapa kali minta diperjelas pertanyaannya. Tapi kadang di pertanyaannya sendiri sudah ada clue untuk jawabannya.
Setelah semua pertanyaan selesai diajukan saya pun diminta meninggalkan ruangan. kira-kira 3 menit kemudian saya pun kembali dipanggil masuk, setelah masuk ke ruang ujian saya diberi selamat dan diberitahu bahwa saya Lulus. saya masih ingat kata-katanya, kira-kira seperti ini: "Herzlichen Glückwunsch, Sie haben den Test bestanden. Viel Erfolgt." Saya pun berterimakasih dan bersalaman dengan para Profesor penguji, lalu kembali meninggalkan ruangan." Rasanya masih seperti tidak percaya saya bisa lulus.
Lalu saya pun kembali menuju Heidelberg. Diperjalanan saya sempat mampir dan jalan-jalan dulu di Offenburg melepas stress saya beberapa minggu terakhir ini.
Di kereta saya berpikir lagi. Ujian tadi memang sulit, tetapi tidak sesulit seperti yang saya bayangkan sebelumnya, karena sebenarnya ilmu yang diajarkan selama kuliah kedokteran di Indonesia hampir sama seperti yang diajarkan di Jerman, tapi kenapa Kedokteran Indonesia sepertinya selalu ketinggalan dari negara-negara di luar negri. Analisa saya mungkin karena Kedokteran Indonesia hampir 80-90% merupakan jiplakan ilmu dari Amerika atau Eropa, dengan bahan dasar Text Book keluaran Amerika atau Eropa, yang merupakan update ilmu dulu dengan jurnal yang sudah beredar kurang lebih 5 tahun. Dan bila text Book tersebut merupakan hasil terjemahan ke bahasa Indonesia, maka akan ketinggalan kira-kira 8-10 tahun. Walaupun dasarnya masih sama tapi updatenya akan selalu tertinggal. Belum lagi jika para pengajar tidak mau mengupdate ilmunya. Malah murid yang ilmunya up to date bisa-bisa disalahkan jawabannya. Faktor lainnya mungkin juga karena lemahnya penelitian tentang kedokteran di Indonesia. Disini (Jerman) di Rumah sakit pendidikan, selain menangani pengobatan pasien, dokter-dokternya pun rajin membuat penelitian, tentang keefektifan terapi, data pasien yang ditangani, sampai penelitian ke tingkat biologi molekular. Di Indonesia penelitian ini sepertinya sulit berjalan lancar. Pertama masalah dana, dan berikutnya mentalitas para pembimbing penelitian yang ingin selalu hasil yang signifikan. Kalau mendapat hasil yang tidak signifikan maka penelitian dianggap gagal. Jadi tak heran kalau di Indonesia masih terdapat juga manipulasi-manipulasi data untuk hasil penelitian.
Yah saya hanya bisa berharap mudah-mudahan Indonesia bisa membuka mata, tidak hanya mengambil hasil dari peneliti di Luar Negri, tetapi meneliti sendiri juga. Dan saya berharap juga bahwa ilmu kedokteran di Indonesia akan semakin maju, dan semakin bisa diakui di luar negri.

02 July 2009

Bersepeda ke tempat kerja (Fahrradfahren Zur Arbeit)

Sejak 1 bulan setelah saya tiba ke Jerman, saya pun membeli sepeda, dan sampai sekarang saya terus memakai sepeda kemana-mana. Kalau tempatnya cukup jauh baru saya naik kereta api.
Setelah dirasakan ternyata banyak juga manfaat dari sepeda ini. Yang pertama dirasakan yaitu naik sepeda itu hemat. Harga sepeda saya 300€ karena beli baru. Saya tidak mau beli yang bekas yang notabene lebih murah, karena saya tidak mau sepeda saya sebentar-sebentar rusak dan menyita waktu saya untuk reparasi sepeda, yang akhirnya akan lebih mahal dan menyusahkan saya. Tapi harga segitu kalau dihitung-hitung akhirnya jadi murah juga. Harga tiket Trem atau bus disini untuk sekali jalan di wilayah 2-3 sudah 2€ kira-kira, untuk tiket bulanan minimal harus sekitar 60€. Jadi kalau dihitung pemakaian 5 bulan sudah sama kalau kita beli tiket, dan kalau dihitung misalnya anda tinggal 1 tahun atau lebih maka jumlah uang yang dihemat dengan naik sepeda ini kalau dikumpulkan bisa jadi sepeda kedua yang berbeda jenis misalnya (khusus untuk gunung contohnya) atau untuk keperluan lainnya.
Loh bukannya naek Trem lebih enak, tidak usah cape mengayuh sepeda?
Tunggu dulu, masih ada keuntungan lainnya juga. Selain itu Sepeda juga membuat jantung anda sehat dan badan anda tetap fit. Untuk yang sedang ingin menurunkan berat badan, bersepeda ke tempat kerja pun dapat membuat anda mengurangi beberapa kilogram tumpukan lemak. Waktu di indonesia kemana2 saya naik mobil, berat saya waktu itu 85kg. setelah 1 tahun bersepeda di Jerman berat saya sekarang jadi 70kg dengan BMI 22,7. Bila anda seorang yang peduli tentang masa depan anak cucu anda, bersepeda dapat juga mengurangi produksi CO2 yang akhirnya dapat mengurangi efek rumah kaca atmosfer bumi. Sepeda juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, sehingga dana pemerintah untuk biaya pembuatan atau pelebaran jalan bisa dialokasikan ke hal yang lebih pokok seperti pendidikan dan kesehatan misalnya.
Tetapi sepeda mempunyai juga kekurangan. Yang saya rasakan disini adalah kesulitan bisa berbelanja. Barang bawaan tidak bisa banyak. Tetapi waktu saya jalan2 di Amsterdam, disana ada sepeda 3 roda yang seperti becak, dengan gerobak kecil dibagian depan, cocok untuk berbelanja.
Mungkin sudah saatnya Indonesia memikirkan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi utama, yang bisa digabung dengan trem atau bus khusus untuk jarak jauh. Tapi harus dibuat dulu jalur-jalur khusus pengendara sepeda. Saya rasa solusi ini dapat mengatasi banyak hal di tanah air, seperti kenaikan harga BBM, kemacetan, tingginya angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya, sampai tingginya angka kematian akibat penyakit jantung misalnya.

Ein Monat nach ich in Deutschland angekommen bin, habe ich einen Fahrrad gekauft. Und bis jetzt nutze ich immer diesen Fahrrad. Ich nutze Bahn oder Bus wenn es zu weit ist. Ich fühle dass Fahrradfahren viele Vorteile hat. Mein Fahrrad kostet ca. 300€, es ist eigentlich billiger als monatliches Straßenbahnfahrkarte. In 5 Monate brauche ich sogar auch 300€ für monatliches Fahrkarte. Wenn ich dieses Fahrrad nutzen in einem Jahr habe ich noch ca. 400€ von dieses Fahrkartegeld. Und ich kann anderes Fahrrad oder andere Sache kaufen.
Mit Straßenbahn oder Bus ist natürlich angenehmer als Fahrradfahren, aber mit Fahrrad kann Man sogar andere Vorteile haben. Man kann zum Beispiel gesunder leben, Gewicht reduzieren oder Erde retten. Eine Nachteil, die ich fühle, dass mit Fahrrad es schwieriger zum Einkaufen ist. Aber in Amsterdam habe ich Fahrrad mit großem Karren im vorne, sehr gut zum Einkaufen.
Ich glaube Fahrrad ist am Besten Lösung für viele Probleme in Indonesien (mein Heimatland), wie Stauung, teure Benzinpreis, Unfälle, und höhe Mortalität der Herzkrankheiten.

"Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving."
Albert Einstein

Cinta, Kesetiaan, dan Kursi Roda (Liebe, Treue und Rollstuhl)

Di rumah sakit tempat saya sekarang, saya pernah beberapa kali mendapatkan pasien yang sudah sakit parah, dengan Tumor yang sudah menyebar kemana-mana (metastase). Tetapi yang membuat pasien-pasien ini berbeda adalah yang mengantarnya. Ya, pacar, suami atau istrinya. Dijaman sekarang dimana kawin cerai seperti suatu hal yang lumrah, kesetiaan para pasangannya ini membuat saya sangat kagum, dimana saat orang yang dikasihinya sudah rapuh dan dapat dibilang secara kasar sudah tidak menguntungkan lagi bahkan cendrung merepotkan, tetapi mereka masih tetap setia menemaninya, masih setia menyuapinya dan menghiburnya. Sebenarnya hal seperti inilah yang merupakan obat yang lebih ampuh dari chemotherapi manapun.

Suatu hari ada seorang Pasien wanita yang masih muda (lebih muda dari saya) dengan tumor mulut rahim, berbaring lemas di ruangan rawat inap. Waktu itu saya harus datang ke ruangannya untuk memeriksa vena di leher dan lengannya, karena pemasangan Kateter vena sentral yang gagal dengan dugaan adanya trombosis di vena lehernya. Setelah saya memeriksanya ternyata ada thrombosis di vena jugularis (leher) kanan dan kiri. Saya menganjurkan pemberian Heparin dengan molekul rendah dan kontrol dalam 1 bulan. 1 bulan kemudian pasien tersebut datang ke klinik Angiologie kami. Awalnya saya tidak sadar bahwa pasien tersebut adalah pasien yang sama, karena namanya telah diganti (nama keluarga). Ya benar, dia telah menikah. Dan suaminya dengan setia menemaninya dengan setia selama pemeriksaan, dan juga mendorong kursi rodanya ke semua klinik yang lain untuk menjalani semua pemeriksaan. Itulah yang ingin saya katakan sebagai cinta sejati yang bukan karena kecantikan atau kekayaan.


Im Krankenhaus, wo ich derzeit arbeite, habe ich ein parr mal schlechte Tumorpatienten mit Metastasen gesehen. Dieser/e Patient/in ist aber so Speciel, weil der Mann/Freund oder die Frau/Freundin der/die Patient/in treulich begleitet hatte. Zurzeit sind in Indoneisen (sogar in der Welt) Heireiten und Ehescheidung Normal, aber es gibt noch die richtige Treue, die mir erstaunt macht. Diese Treue ist die richtige Medikation für die Patienten, besser als am bessten Chemotherapie sogar.

In einem Tag sollte ich zum Stationzimmer um eine Junge Frau mit Cervix-Ca zu untersuchen gehen. Ich sollte in die Hals- und Armvenen mit einem Ultraschallgerät eine Thrombose suchen. Damal war die Halsvenen bei Z.n. zentralvenöse Katheteranlage thrombosiert, und ich empfohle eine Antikoagulationtherapie mit niedermolekularem Heparin und eine Wiedervorstellung zur Verlaufskontrolle in einem Monat. Als die Frau nach einem Monat kommt, bin ich erstmal nicht gewust. Da jetzt die Frau anderen Name hat. Ja genau... Die Frau ist geheiratet. Ich war so erstaunt... Es ist wirklich was ich eine Liebe sage.


"You come to love not by finding the perfect person, but by seeing an imperfect person perfectly."
Sam Keen

30 June 2009

Michael Jackson

Minggu lalu tepatnya hari Jumat tanggal 25 Juni 2009 tengah malam, saya terbangun dari tidur karena haus... dan TV masih menyala karena timer TV lupa disetel... kebetulan yang sedang disetel SkyNews yang sedang menyiarkan acara berita yang cukup mengejutkan...
Yap betul, Michael Jackson sang king of Pop telah meninggal karena henti jantung mendadak (Cardiac Arrest)...
lalu sejak itu sampai hari ini berita tentang meninggalnya Michael Jackson ini masih terus up to date di berita-berita station TV, lalu lagunya tiba-tiba menjadi hits lagi di station-station radio, bahkan di Amazon.com dan toko-toko CD albumnya tiba-tiba menjadi best seller lagi... Dunia seakan berkabung dan berusaha mengenang sang King of Pop ini...
Pertanyaannya mengapa seorang Michael Jackson yang belakangan kurang populer ini bisa tiba-tiba jadi populer???
Sebenarnya jawabannya sederhana...
Ada pepatah yang mengatakan "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang"
Seorang Michael Jackson telah terjun ke dunia musik sejak usia muda bersama saudaranya dalam grup The Jackson 5, dan selalu konsisten di dunia musiknya, bahkan bisa membawa pengaruh pada musik dunia terutama musik pop, dan juga tariannya yang menjadi trade marknya... yang ditiru banyak orang, bahkan sampai saat ini...
Dengan prestasi sedemikan banyak rasanya tidak aneh kalau orang akan selalu mengenang dia seperti layaknya Elvis Presley, The Beatels atau kalau di Indonesia seperti alm. Benyamin Sueb atau Chrisye, yang semuanya memberi peranan penting pada dunia terutama dalam bidang Musik...
Berbuatlah sesuatu yang berguna bagi dunia dan orang banyak, dan hidupmu yang singkat di dunia ini tidak akan menjadi sia-sia...

R.I.P M.J. thanks for your Music...



" If you wanna make the World a better place, take a look at your self and make that change..."
Michael Jackson - Man in the mirror

Kisah sebuah Jam

Saat masih pendidikan di Bandung, saya senang mendengarkan acara radio FM saat pergi di pagi hari, dan acara favorit saya salah satunya Business Wisdom... kebanyakan isinya tentang wejangan di bidang ekonomi dan bisnis, tapi secara global bisa juga untuk diterpakan di kehidupan sehari-hari...

Saya ingat waktu itu saya sudah bosan dengan pendidikan saya, yang sudah membuat saya merasa jenuh... Sudah hampir 5 tahun kuliah masih harus diselesaikan minimal 1 1/2 tahun lagi. dengan kegiatan sehari-hari yang membuat lelah badan dan otak pula...

Salah satu cerita dari pak Tanadi Santoso di Business Wisdom ini yang berjudul "one second each" akhirnya bisa membangkitkan semangat saya kembali... Certianya tentang tukang jam yang akan membuat jam...
Berikut cuplikannya:


One second each

Ketika sedang membuat jam, pembuat jam bertanya kepada jam yang sedang ia buat itu, "Hai jam, sanggupkah kamu berdetak sebanyak 31,536.000 kali dalam setahun?" Jam tersebut merasa keberatan dan menjawab, "Saya tidak sanggup dengan beban yang sebanyak itu." Maka pembuat jam kembali menawarkan, "Bagaimana kalau sebanyak 86.400 kali dalam sehari?" Karena dirasa beban masih berat jam pun kembali menolak. Kembali pembuat jam menawar, "Bagaimana kalau 3.600 kali saja per jam?" Jam masih saja merasa akan kecapekan bila harus berdetak sebanyak itu dalam 1 jam. Maka pembuat jam memberi pilihan terakhir, "Bagaimana kalau kau berdetak satu kali saja setiap detik?" Akhirnya jam merasa ini pilihan yang paling enak dan tidak berat, maka disanggupinyalah oleh sang jam. Akhirnya jam itu pun dibuat sampai selesai. Setiap detik jam itu berdetak sekali, dan dalam setahun ia telah berdetak sebanyak 31.536.000 kali.


Demikian pula dalam berbisnis. Kita tidak mungkin bisa langsung membuat sebuah kerajaan yang besar dan kaya raya. Tetapi kita harus melangkah satu demi satu setiap hari. Kalau Anda tidak bisa membuat perusahaan yang besar, maka cobalah untuk membuat satu perusahaan yang sukses dan lima anak perusahaan. Kalau Anda tidak sanggup membuat satu perusahaan, maka buatlah rencana pekerjaan selama satu tahun dengan giat. Kalau hal itu masih dirasa berat, cobalah untuk mengerjakan pekerjaan Anda pada hari ini dengan sebaik-baiknya, dan ulangi lagi di keesokan hari. Dengan demikian, Anda akan melalui hari demi hari yang dalam satu atau dua tahun kedepan usaha Anda akan menjadi sukses. Karena setiap hari Anda bekerja sungguh-sungguh hanya untuk hari itu.

Jangan pernah membayangkan masa depan yang masih lima belas tahun ke depan. Tetapi cobalah untuk memberikan yang maksimal untuk menghasilkan yang terbaik hanya pada hari ini saja. Begitu pula hari esok, minggu depan, dan tahun depan. Niscaya Anda akan sukses pada waktunya.

Disadur dari www.tanadisantoso.com



"cobalah untuk memberikan yang maksimal untuk menghasilkan yang terbaik hanya pada hari ini saja. Begitu pula hari esok, minggu depan dan tahun depan. Niscaya Anda akan sukses pada waktunya."

29 June 2009

Start!!!

Finally I created a Blog...
I've seen many Blog lately. Food Recipe, Diary, Gadget geeks, and Audiophile's Blog... Now I want to make a Blog too... I want to share with the World, what I like... I love Cooking, I love Technology, I love Audio, I also love my Job as Medical practicioner, and I also want to share about what I think... Hope You all enjoy my Blog....

Endlich mache ich ein Blog...
I habe ziemlich viele Blog gesehen, über Kochrezept, Tagesbuch, Geräte und Audiophile... Jetzt mochte ich ein Blog auch machen... Ich mochte mit der Welt auch teilen, was ich liebe... Ich mag kochen. Ich mag Teknologie. I mag Audiosistem. Ich mag auch mein Beruf als Arzt. Und ich mochte auch, was ich gedacht habe, teilen.... Viel Spaß mit meinem Blog...

Akhirnya saya membuat Blog juga....
Saya sudah lihat cukup banyak blog, dari mulai resep masakan, catatan harian, peralatan elektronik, dan tentang Audio... Sekarang akhirnya saya membuat Blog juga... Sayamau berbagi tentang apa yang saya suka dan cintai... Saya suka memasak, teknology, Audio, dan pekerjaan saya sebagai dokter. Dan saya juga ingin berbagi tentang apa yang saya pikirkan... semoga anda sekalian dapat menikmati Blog saya....


"Every journey of a thousand miles begins with a single step."
Lao Tze